Iklan oleh google

Penyelesaian Masalah Rating Kabel dengan Metode Numerik

>>

Pendahuluan
Telah diketahui bahwa penggunaan kabel tanah lebih mahal dibandingkan kawat transmisi udara dilihat dari segi perawatan dan biaya instalasi. Biaya instalasi terdiri dari biaya bahan yang digunakan, peralatan, pekerja dan waktu yang diperlukan untuk merancang dan memasang kabel. Karena biaya penggunaan kabel sangat mahal, maka kabel harus dirancangkan agar dapat menghantarkan arus semaksimal mungkin. Sebaliknya suhu konduktor pada kabel tenaga membatasi kemampuan hantar arus (current carrying capacity), misalnya saja suhu maksimum konduktor yang diizinkan pada kabel dengan isolasi XLPE adalah 90oC. Rating kabel dapat juga disebut sebagai kemampuan hantar arus di mana kabel dapat menghantarkan arus maksimum tanpa mangakibatkan kenaikan suhu konduktor melebihi suhu batas maksimum.

Tujuan utama tulisan ini adalah menyelidiki teknik modern dalam menentukan rating arus pada kabel tegangan tinggi di mana lingkungan termal yang kompleks diperhitungkan. Perhitungan rating arus pada kabel tenaga harus seakurat mungkin agar pengelolaan transmisi dapat berlangsung secara efektif. Kabel tenaga harus beroperasi pada toleransi suhu yang telah ditentukan untuk mencegah adanya pemanasan berlebih pada isolasinya. Jika kabel tenaga beroperasi pada suhu di atas suhu maksimum, maka isolasi kabel akan cepat menua dan konsekuensinya akan menaikkan baiya perawatan.
Oleh karena itu rating yang digunakan untuk kabel tenaga dan rating arus beban dapat dipengaruhi oleh suhu maksimum operasi dan dapat ditentukan menggunakan metode yang dikenal dengan metode Neher-McGrath dan standar IEC 60287. Ada juga sejumlah parameter yang mempengaruhi rating kabel seperti kedalaman penanaman, suhu tanah, konfigurasi dan lain-lain. Parameter ini akan memberikan efek yang berbeda dari hari ke hari, oleh karena itu kondisi yang terburuk harus dapat dipertimbangkan agar pada kondisi yang terburuk tersebut tidak terjadi kenaikan pada suhu maksimum.
 Pada metode yang diberikan pada standar IEC 60287 terdapat beberapa asumsi untuk menyederhanakan perhitungan di mana perhitungan rating kabel tidak akurat 100 %. Teknik modern seperti model analisis elemen hingga (finite element analysis) dan analisis beda hingga (finite difference analysis) merupakan beberapa metode baru yang digunakan dan manfaat, pendekatan, dan hasilnya dipelajari dalam tulisan ini untuk menentukan metode terbaik dalam masalah rating arus kabel.
1. Masalah Perpindahan Panas pada Kabel
Laju penyebaran panas adalah faktor utama yang harus dipertimbangkan untuk menghitung kemampuan hantar arus kabel, karena panas harus dipindahkan dari kabel ke medium sekitar agar suhu konduktor tidak melebihi suhu maksimum. Hal in penting agar proses penuaan kabel tidak mengalami percepatan karena mekanisme panas yang baik tidak akan menyebabkan kenaikan suhu konduktor di atas suhu maksimum sehingga dapat memperpanjang umur kabel. mekanisme perpindahan panas dalam kabel tanah yang dipasang dalam tanah sebagian besar terjadi akibat konduksi dari bagian-bagian kabel dan akhirnya ke medium sekitar. Konveksi dan radiasi sebaliknya hanya ditemukan pada kabel yang dipasang di udara.
2. Cable Rating
Salah satu metode umum yang digunakan untuk menentukan rating kabel adalah metode Neher McGrath yang mana ditujukan untuk perhitungan ampacity dari kabel tanah pada tahun 1957. Metode ini telah terbukti sukses dan diterima secara luas selama lebih dari 50 tahun. Sekarang sebagian besar peralatan dan perancangan kabel menggunakan standar IEC 60287. Akan tetapi metode yang digunakan dalam standar ini banyak batasan-batasan agar perhitungan menjadi sederhana. Konsekuensinya penyelidikan terhadap konfigurasi yang kompleks tidak cocok karena bagian yang kompleks tidak dipertimbangkan. Sebagai solusinya metode elemen hingga (finite element method) digunakan untuk menangani masalah tersebut. Dalam metode elemen hingga dapat ditangani masalah kompleksnya model yang penyelesaiannya dengan persamaan diferensial parsial. Daerah yang dianalisis ditampilkan menjadi fungsi elemen hingga. Pendekatan fungsi dalam dalam elemen hingga didefinisikan dalam istilah nilai node dari medan fisik.
3. Cable Rating Methods
Neher-McGrath
Sejak diterbitkannya pada tahun 1957, teknik Neher-McGrath diterima luas sebagai standar untuk menentukan kemampuan hantar arus kabel tanah. Beberapa asumsi harus digunakan dalam metode ini untuk menyederhanakan perhitungan kemampuan hantar arus (ampacity). Metode tersebut menggunakan persamaan steady-state sebagaimana berdasarkan asumsi bahwa panas terjadi konstan sepanjang waktu. Asumsi lain yang dibuat adalah bahwa panjang kabel yang digunakan tidak terbatas dengan panas yang terdistribusi merata sepanjang kabel sehingga efek akhir dapat diabaikan. Akan tetapi perpindahan panas longitudinal dari kabel terhadap sambungan tidak dibahas karena kontribusinya sangat kecil.
IEC 60287
Standar IEC 60287 memberikan metode analitik yang sederhana dalam menghitung rating arus kabel. Akan tetapi pendekatan ini membuat beberapa asumsi, yang mana asumsi ini tidak cocok untuk beberapa kasus seperti daerah (region) dengan bahan yang homogen dan konduktansi termal yang isotropik dalam daerah termasuk di dalamnya daerah backfill (apakah basah atau kering) dan suhu keliling uniform yang konstan untuk seluruh region utama.
Alternative Numerical Methods
Kegunaan metode numerik di sisi lain digunakan untuk merencanakan distribusi suhu dalam kabel dan juga suhu keliling ketika panas yang dihasilkan dalam kabel tersebut diberikan (menentukan medan suhu dan suhu disekitar kabel yang isotermal). Tetapi ketika metode numerik digunakan untuk menentukan rating arus kabel, maka pendekatan iteratif harus digunakan. Ini dilakukan dengan menentukan arus konduktor pada nilai tertentu dan kemudian menghitung suhu konduktor ekivalen. Setelah itu arus diatur dan diulang perhitungan hingga suhu tertentu ditemukan konvergen dalam toleransi tertentu. Dalam metode numerik ini termasuk juga metode beda hingga, metode elemen batas dan metode superposisi.
Metode Beda Hingga (Finite Difference Method)
Metode numerik pertama yang dibicarakan adalah metode beda hingga. Metode ini umumnya digunakan untuk mempelajari distribusi tekanan listrik dalam sambungan kabel dan terminasi. Manfaat dari metode ini unggul dalam mengatasi masalah kabel dalam tiga dimensi. Untuk peneliti dapat dibuktikan bahwa metode beda hingga ini disebabkan kesulitan ketika metode elemen hingga untuk memodelkan benda yang tipis dan panjang. Akan tetapi metode beda hingga juga memiliki kelemahan yang tidak cocok untuk permukaan kurva karena menggunakan elemen rectangular.
Metode Elemen Hingga (Finite Element Method)
Metode kedua adalah metode elemen hingga (finite element method). Dalam penerbitan IEC ada bagian yang diberi nama IEC 62095 yang fokus pada perhitungan ampacity dengan metode elemen hingga. Keunggulan dari metode ini adalah dapat menyelesaikan masalah persamaan diferensial parsial yang kompleks yang digunakan dalam studi perpindahan panas kabel. konsep dasar metode elemen hingga adalah bahwa suhu dapat dimisalkan sebagai model diskrit yang tersusun atas fungsi kontinu yang didefinisikan dengan sejumlah subdomain. Fungsi kontinu piecewise didefenisikan menggunakan nilai suhu dalam sejumlah titik dalam region (IEC 602095,p15). Penelitian menunjukkan bahwa konduktivitas termal dari medium sekitar adalah faktor terbesar yang menentukan kemampuan hantar arus kabel tenaga. Oleh karena itu mekanisme perpindahan panas kabel dapat dipelajari untuk menentukan kemampuan hantar arus kabel. Karena fenomena perpindahan panas seringkali dimodelkan dengan persamaan diferensial parsial, dan dapat dikatakan metode elemen hingga merupakan salah satu metode yang tersedia.
Generation of a Finite Element Mesh
Salah satu kesulitan utama dalam menggunakan metode elemen hingga adalah menghasilkan mesh untuk menyelesaikan masalah enjinering termasuk ke dalamnya masalah perhitungan rating kabel. Hal yang dibutuhkan ketika menghasilkan mesh adalah mesh harus berdasarkan pada geometri sistem sehingga batas sistem yang ditampilkan akurat. Untuk menghasilkan hasil mesh yang akurat elemen yang digunakan harus dibuat sekecil mungkin, sehingga penyelesaiannya membutuhkan waktu lama dan media yang besar. Oleh karena itu digunakan program komputer agar proses penyelesaiannya lebih cepat. Program paket komersial yang umum digunakan untuk menghasilkan mesh diantaranya seperti : CYMCAP, USAMP dan ETAP.